Main Game, Biasa! Bikin Game, Bisa Enggak?

Sahabat DW, suka main game? Kalau bermain game sudah jadi hobi, biasa ya. Tapi yang bisa menciptakan game memang belum banyak, apalagi sampai kuliah ke luar negeri demi mendalami cara bikin game. Salah satu yang melakukannya adalah Sakti Reysaputra. Mahasiswa asal Jakarta itu kini menempuh studi jurusan Informatik di Technische Hochschule Brandenburg di Brandenburg an der Havel. Meski bisa membuat game, bukan berarti Sakti asyik bermain. Di luar aktivitas perkuliahan, dia juga bekerja paruh waktu di dua tempat berbeda. Satu di perusahaan layanan pesan antar, dan satunya lagi jadi koki…

Selengkapnya...

Penelitian Magnet Bumi untuk Mitigasi Bencana

Pulau Lombok merupakan daerah rawan gempa. Hal ini telah dikonfirmasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurut BMKG, secara tektonik Lombok adalah kawasan seismik aktif. Lombok berpotensi diguncang gempa karena terletak di antara dua pembangkit gempa dari selatan dan utara, yaitu subduksi lempeng Indo-Australia dan Sesar Naik Flores. Teti Zubaidah, seorang peneliti geofisika ternyata telah lama meneliti fenomena gempa di Lombok. Ia meneliti hubungan antara geomagnetik dan bencana gempa bumi. Peneliti sekaligus dosen pengajar di Universitas Mataram tersebut tertarik meneliti geomagnetik di Lombok karena pengalaman uniknya yang sering menemukan…

Selengkapnya...

Kemasan Makanan Ramah Lingkungan dari Limbah Jerami Padi

Limbah jerami padi diolah menjadi kemasan pembungkus makanan yang ramah lingkungan. Itulah solusi yang ditawarkan Jaruwan Khammuang, pengusaha muda sukses asal Thailand untuk mengatasi ketergantungan para penjaja makanan terhadap pembungkus berbahan plastik. Ia tak ingin petani membakar limbah jerami yang masih bernilai guna. Solusinya ialah dengan mengolah batang padi menjadi bubur jerami yang kemudian dikemas menjadi kertas kemasan. Para petani di desanya pun tertolong karena mendapat tambahan penghasilan selain mengolah padi di ladang. Tak puas diri, lulusan sarjana dari Bangkok itu juga menjalin kerja sama dengan peneliti di Universitas Chiang…

Selengkapnya...

LiFi Jaringan Internet Nirkabel Supercepat Berbasis Cahaya

Jaringan internet LiFi atau sistem transfer data supercepat nirkabel berbasis cahaya sedang dikembangkan para peneliti di Fraunhofer Heinrich Hertz, Jerman. LiFi atau Light Fidelity memiliki kegunaan seperti WiFi internet. Bedanya, jika WiFi menggunakan sinyal radio untuk mentransmisikan datanya, maka LiFi menggunakan cahaya dari bohlam lampu LED untuk mentransfer data. Dengan spektrum cahaya yang amat lebar, LiFi bisa meneruskan data dengan amat cepat. Tapi apakah tidak ada masalah buat indra visual?

Selengkapnya...